Tampilkan postingan dengan label Info Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Misteri. Tampilkan semua postingan

Hubungan Makam Keramat Syekh Hasan dan Tragedi Sukhoi

Download Komik Manga Naruto - Unsur mistis dan klenik sangat kental di Gunung Salak. Banyak dongeng atau legenda yang masih diingat warga sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Salah satunya, menyangkut makam keramat Raden KH Syekh Mohomammad Hasan, yang terletak di Puncak Salak I, atau sering disebut Puncak Manik.

Syekh Mohomammad Hasan diyakini sebagai salah satu ulama besar yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, seputar Bogor, Garut, hingga Cirebon.

Makam Syekh Hasan dianggap keramat, setara dengan makam Mbah Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Alathas atau makam Karomah Empang Bogor, tak jauh dari Kebun Raya Bogor.

Dua orang pemuka agama Islam di Cijeruk, Bogor, KH Marsa Abdullah dan Habib Mukhsin Barakbah menyampaikan hal itu kepada Tribun Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Mereka ditemui di kediaman Marsa di Kampung Pasir Pogor, Cipelang, berjarak kurang lebih 500 meter di selarang lapangan helikopter darurat milik SMPN 1 Cijeruk, yang menjadi posko utama evakuasi korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh pada Rabu (9/5/2012).

Menurut pandangan kebatinan Marsa, peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia berpenumpang 47 orang, ada kaitannya dengan legenda Sunda, suku asli Bogor dan Jawa Barat pada umumnya.

Ia coba mengingat-ingat kecelakaan jatuhnya Sukhoi di kaki Gunung Salak, dan fakta kecelakaan-kecelakaan sebelumnya. Marsa lalu mengaitkan musibah ini dengan makhluk gaib penunggu Gunung Salak.

"Jangan anggap remeh, walaupun ini dongeng. Anda percaya atau tidak, terserah. Seperti kalau mau masuk rumah orang, kan ada isyaratnya. Harus ada sopan-santun, ada salam. Bagi orang Islam misalnya, mengucapkan assalamualikum," tutur Marsa.

Sabtu lalu, KH Marsa menggelar acara ritual masayarakt setempat dengan menyediakan tumpeng di Puncak Manik. Nasi tumpeng disajikan dengan menu petai bakar dan ikan pedak bakar, untuk syarat berdoa meminta kepada Tuhan agar cuaca cerah guna melancarkan evakuasi.

KH Marsa pun bercerita tentang kekeramatan makam Syekh Mohammad Hasan di puncak Gunung Manik atau puncak Gunung Salak I. Ia menuturkan, tidak boleh menunjukkan kesombongan atau pamer kekuatan di gunung tersebut.

"Itu kesombongan yang saya maksud. Sekali lagi, di Gunung salak, ada penunggunya, jadi harus ada syarat. Jangankan pesawat, dulu, burung pun jatuh kalau terbang ke Gunung Salak, tepat di atas makam keramat Syekh Hasan," ujar Pemuka Agama Islam di Cijeruk, Kabupaten Bogor, KH Marsa Abdullah saat berbincang kepada Tribunnews.com, di Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Selasa(15/5/2012).

Hubungan Makam Keramat Syekh Hasan dan Tragedi Sukhoi

Download Komik Manga Naruto - Unsur mistis dan klenik sangat kental di Gunung Salak. Banyak dongeng atau legenda yang masih diingat warga sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Salah satunya, menyangkut makam keramat Raden KH Syekh Mohomammad Hasan, yang terletak di Puncak Salak I, atau sering disebut Puncak Manik.

Syekh Mohomammad Hasan diyakini sebagai salah satu ulama besar yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, seputar Bogor, Garut, hingga Cirebon.

Makam Syekh Hasan dianggap keramat, setara dengan makam Mbah Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Alathas atau makam Karomah Empang Bogor, tak jauh dari Kebun Raya Bogor.

Dua orang pemuka agama Islam di Cijeruk, Bogor, KH Marsa Abdullah dan Habib Mukhsin Barakbah menyampaikan hal itu kepada Tribun Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Mereka ditemui di kediaman Marsa di Kampung Pasir Pogor, Cipelang, berjarak kurang lebih 500 meter di selarang lapangan helikopter darurat milik SMPN 1 Cijeruk, yang menjadi posko utama evakuasi korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh pada Rabu (9/5/2012).

Menurut pandangan kebatinan Marsa, peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia berpenumpang 47 orang, ada kaitannya dengan legenda Sunda, suku asli Bogor dan Jawa Barat pada umumnya.

Ia coba mengingat-ingat kecelakaan jatuhnya Sukhoi di kaki Gunung Salak, dan fakta kecelakaan-kecelakaan sebelumnya. Marsa lalu mengaitkan musibah ini dengan makhluk gaib penunggu Gunung Salak.

"Jangan anggap remeh, walaupun ini dongeng. Anda percaya atau tidak, terserah. Seperti kalau mau masuk rumah orang, kan ada isyaratnya. Harus ada sopan-santun, ada salam. Bagi orang Islam misalnya, mengucapkan assalamualikum," tutur Marsa.

Sabtu lalu, KH Marsa menggelar acara ritual masayarakt setempat dengan menyediakan tumpeng di Puncak Manik. Nasi tumpeng disajikan dengan menu petai bakar dan ikan pedak bakar, untuk syarat berdoa meminta kepada Tuhan agar cuaca cerah guna melancarkan evakuasi.

KH Marsa pun bercerita tentang kekeramatan makam Syekh Mohammad Hasan di puncak Gunung Manik atau puncak Gunung Salak I. Ia menuturkan, tidak boleh menunjukkan kesombongan atau pamer kekuatan di gunung tersebut.

"Itu kesombongan yang saya maksud. Sekali lagi, di Gunung salak, ada penunggunya, jadi harus ada syarat. Jangankan pesawat, dulu, burung pun jatuh kalau terbang ke Gunung Salak, tepat di atas makam keramat Syekh Hasan," ujar Pemuka Agama Islam di Cijeruk, Kabupaten Bogor, KH Marsa Abdullah saat berbincang kepada Tribunnews.com, di Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Selasa(15/5/2012).

Hubungan Makam Keramat Syekh Hasan dan Tragedi Sukhoi

Download Komik Manga Naruto - Unsur mistis dan klenik sangat kental di Gunung Salak. Banyak dongeng atau legenda yang masih diingat warga sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Salah satunya, menyangkut makam keramat Raden KH Syekh Mohomammad Hasan, yang terletak di Puncak Salak I, atau sering disebut Puncak Manik.

Syekh Mohomammad Hasan diyakini sebagai salah satu ulama besar yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, seputar Bogor, Garut, hingga Cirebon.

Makam Syekh Hasan dianggap keramat, setara dengan makam Mbah Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Alathas atau makam Karomah Empang Bogor, tak jauh dari Kebun Raya Bogor.

Dua orang pemuka agama Islam di Cijeruk, Bogor, KH Marsa Abdullah dan Habib Mukhsin Barakbah menyampaikan hal itu kepada Tribun Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Mereka ditemui di kediaman Marsa di Kampung Pasir Pogor, Cipelang, berjarak kurang lebih 500 meter di selarang lapangan helikopter darurat milik SMPN 1 Cijeruk, yang menjadi posko utama evakuasi korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh pada Rabu (9/5/2012).

Menurut pandangan kebatinan Marsa, peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia berpenumpang 47 orang, ada kaitannya dengan legenda Sunda, suku asli Bogor dan Jawa Barat pada umumnya.

Ia coba mengingat-ingat kecelakaan jatuhnya Sukhoi di kaki Gunung Salak, dan fakta kecelakaan-kecelakaan sebelumnya. Marsa lalu mengaitkan musibah ini dengan makhluk gaib penunggu Gunung Salak.

"Jangan anggap remeh, walaupun ini dongeng. Anda percaya atau tidak, terserah. Seperti kalau mau masuk rumah orang, kan ada isyaratnya. Harus ada sopan-santun, ada salam. Bagi orang Islam misalnya, mengucapkan assalamualikum," tutur Marsa.

Sabtu lalu, KH Marsa menggelar acara ritual masayarakt setempat dengan menyediakan tumpeng di Puncak Manik. Nasi tumpeng disajikan dengan menu petai bakar dan ikan pedak bakar, untuk syarat berdoa meminta kepada Tuhan agar cuaca cerah guna melancarkan evakuasi.

KH Marsa pun bercerita tentang kekeramatan makam Syekh Mohammad Hasan di puncak Gunung Manik atau puncak Gunung Salak I. Ia menuturkan, tidak boleh menunjukkan kesombongan atau pamer kekuatan di gunung tersebut.

"Itu kesombongan yang saya maksud. Sekali lagi, di Gunung salak, ada penunggunya, jadi harus ada syarat. Jangankan pesawat, dulu, burung pun jatuh kalau terbang ke Gunung Salak, tepat di atas makam keramat Syekh Hasan," ujar Pemuka Agama Islam di Cijeruk, Kabupaten Bogor, KH Marsa Abdullah saat berbincang kepada Tribunnews.com, di Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Selasa(15/5/2012).

Hubungan Makam Keramat Syekh Hasan dan Tragedi Sukhoi

Download Komik Manga Naruto - Unsur mistis dan klenik sangat kental di Gunung Salak. Banyak dongeng atau legenda yang masih diingat warga sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Salah satunya, menyangkut makam keramat Raden KH Syekh Mohomammad Hasan, yang terletak di Puncak Salak I, atau sering disebut Puncak Manik.

Syekh Mohomammad Hasan diyakini sebagai salah satu ulama besar yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, seputar Bogor, Garut, hingga Cirebon.

Makam Syekh Hasan dianggap keramat, setara dengan makam Mbah Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Alathas atau makam Karomah Empang Bogor, tak jauh dari Kebun Raya Bogor.

Dua orang pemuka agama Islam di Cijeruk, Bogor, KH Marsa Abdullah dan Habib Mukhsin Barakbah menyampaikan hal itu kepada Tribun Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Mereka ditemui di kediaman Marsa di Kampung Pasir Pogor, Cipelang, berjarak kurang lebih 500 meter di selarang lapangan helikopter darurat milik SMPN 1 Cijeruk, yang menjadi posko utama evakuasi korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh pada Rabu (9/5/2012).

Menurut pandangan kebatinan Marsa, peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia berpenumpang 47 orang, ada kaitannya dengan legenda Sunda, suku asli Bogor dan Jawa Barat pada umumnya.

Ia coba mengingat-ingat kecelakaan jatuhnya Sukhoi di kaki Gunung Salak, dan fakta kecelakaan-kecelakaan sebelumnya. Marsa lalu mengaitkan musibah ini dengan makhluk gaib penunggu Gunung Salak.

"Jangan anggap remeh, walaupun ini dongeng. Anda percaya atau tidak, terserah. Seperti kalau mau masuk rumah orang, kan ada isyaratnya. Harus ada sopan-santun, ada salam. Bagi orang Islam misalnya, mengucapkan assalamualikum," tutur Marsa.

Sabtu lalu, KH Marsa menggelar acara ritual masayarakt setempat dengan menyediakan tumpeng di Puncak Manik. Nasi tumpeng disajikan dengan menu petai bakar dan ikan pedak bakar, untuk syarat berdoa meminta kepada Tuhan agar cuaca cerah guna melancarkan evakuasi.

KH Marsa pun bercerita tentang kekeramatan makam Syekh Mohammad Hasan di puncak Gunung Manik atau puncak Gunung Salak I. Ia menuturkan, tidak boleh menunjukkan kesombongan atau pamer kekuatan di gunung tersebut.

"Itu kesombongan yang saya maksud. Sekali lagi, di Gunung salak, ada penunggunya, jadi harus ada syarat. Jangankan pesawat, dulu, burung pun jatuh kalau terbang ke Gunung Salak, tepat di atas makam keramat Syekh Hasan," ujar Pemuka Agama Islam di Cijeruk, Kabupaten Bogor, KH Marsa Abdullah saat berbincang kepada Tribunnews.com, di Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Selasa(15/5/2012).

Hubungan Makam Keramat Syekh Hasan dan Tragedi Sukhoi

Download Komik Manga Naruto - Unsur mistis dan klenik sangat kental di Gunung Salak. Banyak dongeng atau legenda yang masih diingat warga sekitar gunung yang terletak di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Salah satunya, menyangkut makam keramat Raden KH Syekh Mohomammad Hasan, yang terletak di Puncak Salak I, atau sering disebut Puncak Manik.

Syekh Mohomammad Hasan diyakini sebagai salah satu ulama besar yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, seputar Bogor, Garut, hingga Cirebon.

Makam Syekh Hasan dianggap keramat, setara dengan makam Mbah Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Alathas atau makam Karomah Empang Bogor, tak jauh dari Kebun Raya Bogor.

Dua orang pemuka agama Islam di Cijeruk, Bogor, KH Marsa Abdullah dan Habib Mukhsin Barakbah menyampaikan hal itu kepada Tribun Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Mereka ditemui di kediaman Marsa di Kampung Pasir Pogor, Cipelang, berjarak kurang lebih 500 meter di selarang lapangan helikopter darurat milik SMPN 1 Cijeruk, yang menjadi posko utama evakuasi korban pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh pada Rabu (9/5/2012).

Menurut pandangan kebatinan Marsa, peristiwa jatuhnya pesawat buatan Rusia berpenumpang 47 orang, ada kaitannya dengan legenda Sunda, suku asli Bogor dan Jawa Barat pada umumnya.

Ia coba mengingat-ingat kecelakaan jatuhnya Sukhoi di kaki Gunung Salak, dan fakta kecelakaan-kecelakaan sebelumnya. Marsa lalu mengaitkan musibah ini dengan makhluk gaib penunggu Gunung Salak.

"Jangan anggap remeh, walaupun ini dongeng. Anda percaya atau tidak, terserah. Seperti kalau mau masuk rumah orang, kan ada isyaratnya. Harus ada sopan-santun, ada salam. Bagi orang Islam misalnya, mengucapkan assalamualikum," tutur Marsa.

Sabtu lalu, KH Marsa menggelar acara ritual masayarakt setempat dengan menyediakan tumpeng di Puncak Manik. Nasi tumpeng disajikan dengan menu petai bakar dan ikan pedak bakar, untuk syarat berdoa meminta kepada Tuhan agar cuaca cerah guna melancarkan evakuasi.

KH Marsa pun bercerita tentang kekeramatan makam Syekh Mohammad Hasan di puncak Gunung Manik atau puncak Gunung Salak I. Ia menuturkan, tidak boleh menunjukkan kesombongan atau pamer kekuatan di gunung tersebut.

"Itu kesombongan yang saya maksud. Sekali lagi, di Gunung salak, ada penunggunya, jadi harus ada syarat. Jangankan pesawat, dulu, burung pun jatuh kalau terbang ke Gunung Salak, tepat di atas makam keramat Syekh Hasan," ujar Pemuka Agama Islam di Cijeruk, Kabupaten Bogor, KH Marsa Abdullah saat berbincang kepada Tribunnews.com, di Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Selasa(15/5/2012).

Wanita Cantik Penghuni Gunung Salak Ajak Kencan Tim SAR Sukhoi

NarutoBux - Sejumlah pendaki dan tim SAR yang ikut dalam pencarian pesawat Sukhoi di Gunung Salak mempunyai pengalaman cerita magis. Mulai dari melanggar larangan memetik bunga hingga mimpi bersenggama dengan perempuan cantik.

Seorang yang tergabung dalam sebuah regu pada tim yang pertama kali diterjunkan ke Gunung Salak menceritakan pengalamannya saat berada pada ketinggian 1.700 kaki, pos terakhir tak jauh dari titik koordinat pesawat jatuh, Sabtu dini hari, 12 Mei. Ia dan sekitar sembilan anggota regu lainnya bermimpi aneh saat sedang tertidur.
"Kami mimpi basah secara bersamaan," kata dia. Anehnya, dia melanjutkan, mimpi seluruh anggota regu cukup identik. Awalnya mereka bermimpi disambut seorang wanita cantik pada sebuah rumah di puncak gunung tersebut. "Perempuan itu menyuguhi kami air minum," kata dia bercerita.

Tak lama berselang, mereka langsung diminta untuk istirahat. Tetapi di dalam rumah ternyata ada banyak perempuan yang tak kalah cantiknya dengan yang menyambutnya tadi. Setelah itu, para perempuan itu mencumbu mereka selayaknya suami istri.

Namun ia mengaku tak heran dengan peristiwa tersebut karena Gunung Salak terkenal dengan kisah magisnya. "Yah, kami memaklumi saja."

Cerita lain dari seorang pendaki yang pernah menjelajahi Gunung Salak. Kini ia bergabung dengan tim SAR sebagai sukarelawan pencari korban Sukhoi. Menjelang pendakian, ia banyak berkonsultasi dengan masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. "Banyak pantangannya," ujarnya.

Ia mengaku pernah menghiraukan pantangan penduduk untuk tidak mengambil bunga anggrek saat mendaki beberapa bulan lalu ke Gunung Salak. Maklum, kata dia, di sana banyak anggrek berbagai jenis yang cukup indah.

Tapi apa yang terjadi. Timnya tersesat saat ingin pulang. Sepanjang hari mereka hanya berputar di puncak Salak secara berulang sampai malam hari.

Anggrek itu pun di simpan di salah satu tempat, timnya kemudian salat Isya. Setelah salat timnya kembali melanjutkan perjalanan pulang. "Ternyata jalan pulang hanya ditutupi ranting padahal kami sudah beberapa kali lewat di depan ranting itu," ujarnya seraya menggeleng kepala.

Ia juga mengaku bertemu seorang nenek-nenek berusia sekitar 80 tahun di puncak gunung tersebut. Perempuan tua yang sudah bungkuk itu berjalan sendirian di sebuah padang dengan hanya memakai pakaian tipis.

"Kami tanya mau ke mana Nek, dia bilang hanya jalan-jalan," kata dia menirukan pernyataan nenek tersebut.

Saat ditanyai di mana tempat tinggalnya, wanita tua itu hanya menjawab, "Di sini Nak." Nenek itu menolak diantar ke kaki gunung. Pendaki ini melanjutkan, perempuan tua itu lalu bilang, "Saya senang di sini karena ramai bila malam, mereka sering kasih saya makan," tanpa menyebutkan siapa mereka yang dimaksud.

Yang mengherankan lagi, kata pendaki itu, si nenek berbahasa Jawa kental, padahal mayoritas masyarakat di kaki gunung berbahasa Sunda. "Kami pun meninggalkan nenek itu sendirian," ujarnya.

Wanita Cantik Penghuni Gunung Salak Ajak Kencan Tim SAR Sukhoi

NarutoBux - Sejumlah pendaki dan tim SAR yang ikut dalam pencarian pesawat Sukhoi di Gunung Salak mempunyai pengalaman cerita magis. Mulai dari melanggar larangan memetik bunga hingga mimpi bersenggama dengan perempuan cantik.

Seorang yang tergabung dalam sebuah regu pada tim yang pertama kali diterjunkan ke Gunung Salak menceritakan pengalamannya saat berada pada ketinggian 1.700 kaki, pos terakhir tak jauh dari titik koordinat pesawat jatuh, Sabtu dini hari, 12 Mei. Ia dan sekitar sembilan anggota regu lainnya bermimpi aneh saat sedang tertidur.
"Kami mimpi basah secara bersamaan," kata dia. Anehnya, dia melanjutkan, mimpi seluruh anggota regu cukup identik. Awalnya mereka bermimpi disambut seorang wanita cantik pada sebuah rumah di puncak gunung tersebut. "Perempuan itu menyuguhi kami air minum," kata dia bercerita.

Tak lama berselang, mereka langsung diminta untuk istirahat. Tetapi di dalam rumah ternyata ada banyak perempuan yang tak kalah cantiknya dengan yang menyambutnya tadi. Setelah itu, para perempuan itu mencumbu mereka selayaknya suami istri.

Namun ia mengaku tak heran dengan peristiwa tersebut karena Gunung Salak terkenal dengan kisah magisnya. "Yah, kami memaklumi saja."

Cerita lain dari seorang pendaki yang pernah menjelajahi Gunung Salak. Kini ia bergabung dengan tim SAR sebagai sukarelawan pencari korban Sukhoi. Menjelang pendakian, ia banyak berkonsultasi dengan masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. "Banyak pantangannya," ujarnya.

Ia mengaku pernah menghiraukan pantangan penduduk untuk tidak mengambil bunga anggrek saat mendaki beberapa bulan lalu ke Gunung Salak. Maklum, kata dia, di sana banyak anggrek berbagai jenis yang cukup indah.

Tapi apa yang terjadi. Timnya tersesat saat ingin pulang. Sepanjang hari mereka hanya berputar di puncak Salak secara berulang sampai malam hari.

Anggrek itu pun di simpan di salah satu tempat, timnya kemudian salat Isya. Setelah salat timnya kembali melanjutkan perjalanan pulang. "Ternyata jalan pulang hanya ditutupi ranting padahal kami sudah beberapa kali lewat di depan ranting itu," ujarnya seraya menggeleng kepala.

Ia juga mengaku bertemu seorang nenek-nenek berusia sekitar 80 tahun di puncak gunung tersebut. Perempuan tua yang sudah bungkuk itu berjalan sendirian di sebuah padang dengan hanya memakai pakaian tipis.

"Kami tanya mau ke mana Nek, dia bilang hanya jalan-jalan," kata dia menirukan pernyataan nenek tersebut.

Saat ditanyai di mana tempat tinggalnya, wanita tua itu hanya menjawab, "Di sini Nak." Nenek itu menolak diantar ke kaki gunung. Pendaki ini melanjutkan, perempuan tua itu lalu bilang, "Saya senang di sini karena ramai bila malam, mereka sering kasih saya makan," tanpa menyebutkan siapa mereka yang dimaksud.

Yang mengherankan lagi, kata pendaki itu, si nenek berbahasa Jawa kental, padahal mayoritas masyarakat di kaki gunung berbahasa Sunda. "Kami pun meninggalkan nenek itu sendirian," ujarnya.

Wanita Cantik Penghuni Gunung Salak Ajak Kencan Tim SAR Sukhoi

NarutoBux - Sejumlah pendaki dan tim SAR yang ikut dalam pencarian pesawat Sukhoi di Gunung Salak mempunyai pengalaman cerita magis. Mulai dari melanggar larangan memetik bunga hingga mimpi bersenggama dengan perempuan cantik.

Seorang yang tergabung dalam sebuah regu pada tim yang pertama kali diterjunkan ke Gunung Salak menceritakan pengalamannya saat berada pada ketinggian 1.700 kaki, pos terakhir tak jauh dari titik koordinat pesawat jatuh, Sabtu dini hari, 12 Mei. Ia dan sekitar sembilan anggota regu lainnya bermimpi aneh saat sedang tertidur.
"Kami mimpi basah secara bersamaan," kata dia. Anehnya, dia melanjutkan, mimpi seluruh anggota regu cukup identik. Awalnya mereka bermimpi disambut seorang wanita cantik pada sebuah rumah di puncak gunung tersebut. "Perempuan itu menyuguhi kami air minum," kata dia bercerita.

Tak lama berselang, mereka langsung diminta untuk istirahat. Tetapi di dalam rumah ternyata ada banyak perempuan yang tak kalah cantiknya dengan yang menyambutnya tadi. Setelah itu, para perempuan itu mencumbu mereka selayaknya suami istri.

Namun ia mengaku tak heran dengan peristiwa tersebut karena Gunung Salak terkenal dengan kisah magisnya. "Yah, kami memaklumi saja."

Cerita lain dari seorang pendaki yang pernah menjelajahi Gunung Salak. Kini ia bergabung dengan tim SAR sebagai sukarelawan pencari korban Sukhoi. Menjelang pendakian, ia banyak berkonsultasi dengan masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. "Banyak pantangannya," ujarnya.

Ia mengaku pernah menghiraukan pantangan penduduk untuk tidak mengambil bunga anggrek saat mendaki beberapa bulan lalu ke Gunung Salak. Maklum, kata dia, di sana banyak anggrek berbagai jenis yang cukup indah.

Tapi apa yang terjadi. Timnya tersesat saat ingin pulang. Sepanjang hari mereka hanya berputar di puncak Salak secara berulang sampai malam hari.

Anggrek itu pun di simpan di salah satu tempat, timnya kemudian salat Isya. Setelah salat timnya kembali melanjutkan perjalanan pulang. "Ternyata jalan pulang hanya ditutupi ranting padahal kami sudah beberapa kali lewat di depan ranting itu," ujarnya seraya menggeleng kepala.

Ia juga mengaku bertemu seorang nenek-nenek berusia sekitar 80 tahun di puncak gunung tersebut. Perempuan tua yang sudah bungkuk itu berjalan sendirian di sebuah padang dengan hanya memakai pakaian tipis.

"Kami tanya mau ke mana Nek, dia bilang hanya jalan-jalan," kata dia menirukan pernyataan nenek tersebut.

Saat ditanyai di mana tempat tinggalnya, wanita tua itu hanya menjawab, "Di sini Nak." Nenek itu menolak diantar ke kaki gunung. Pendaki ini melanjutkan, perempuan tua itu lalu bilang, "Saya senang di sini karena ramai bila malam, mereka sering kasih saya makan," tanpa menyebutkan siapa mereka yang dimaksud.

Yang mengherankan lagi, kata pendaki itu, si nenek berbahasa Jawa kental, padahal mayoritas masyarakat di kaki gunung berbahasa Sunda. "Kami pun meninggalkan nenek itu sendirian," ujarnya.

Wanita Cantik Penghuni Gunung Salak Ajak Kencan Tim SAR Sukhoi

NarutoBux - Sejumlah pendaki dan tim SAR yang ikut dalam pencarian pesawat Sukhoi di Gunung Salak mempunyai pengalaman cerita magis. Mulai dari melanggar larangan memetik bunga hingga mimpi bersenggama dengan perempuan cantik.

Seorang yang tergabung dalam sebuah regu pada tim yang pertama kali diterjunkan ke Gunung Salak menceritakan pengalamannya saat berada pada ketinggian 1.700 kaki, pos terakhir tak jauh dari titik koordinat pesawat jatuh, Sabtu dini hari, 12 Mei. Ia dan sekitar sembilan anggota regu lainnya bermimpi aneh saat sedang tertidur.
"Kami mimpi basah secara bersamaan," kata dia. Anehnya, dia melanjutkan, mimpi seluruh anggota regu cukup identik. Awalnya mereka bermimpi disambut seorang wanita cantik pada sebuah rumah di puncak gunung tersebut. "Perempuan itu menyuguhi kami air minum," kata dia bercerita.

Tak lama berselang, mereka langsung diminta untuk istirahat. Tetapi di dalam rumah ternyata ada banyak perempuan yang tak kalah cantiknya dengan yang menyambutnya tadi. Setelah itu, para perempuan itu mencumbu mereka selayaknya suami istri.

Namun ia mengaku tak heran dengan peristiwa tersebut karena Gunung Salak terkenal dengan kisah magisnya. "Yah, kami memaklumi saja."

Cerita lain dari seorang pendaki yang pernah menjelajahi Gunung Salak. Kini ia bergabung dengan tim SAR sebagai sukarelawan pencari korban Sukhoi. Menjelang pendakian, ia banyak berkonsultasi dengan masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. "Banyak pantangannya," ujarnya.

Ia mengaku pernah menghiraukan pantangan penduduk untuk tidak mengambil bunga anggrek saat mendaki beberapa bulan lalu ke Gunung Salak. Maklum, kata dia, di sana banyak anggrek berbagai jenis yang cukup indah.

Tapi apa yang terjadi. Timnya tersesat saat ingin pulang. Sepanjang hari mereka hanya berputar di puncak Salak secara berulang sampai malam hari.

Anggrek itu pun di simpan di salah satu tempat, timnya kemudian salat Isya. Setelah salat timnya kembali melanjutkan perjalanan pulang. "Ternyata jalan pulang hanya ditutupi ranting padahal kami sudah beberapa kali lewat di depan ranting itu," ujarnya seraya menggeleng kepala.

Ia juga mengaku bertemu seorang nenek-nenek berusia sekitar 80 tahun di puncak gunung tersebut. Perempuan tua yang sudah bungkuk itu berjalan sendirian di sebuah padang dengan hanya memakai pakaian tipis.

"Kami tanya mau ke mana Nek, dia bilang hanya jalan-jalan," kata dia menirukan pernyataan nenek tersebut.

Saat ditanyai di mana tempat tinggalnya, wanita tua itu hanya menjawab, "Di sini Nak." Nenek itu menolak diantar ke kaki gunung. Pendaki ini melanjutkan, perempuan tua itu lalu bilang, "Saya senang di sini karena ramai bila malam, mereka sering kasih saya makan," tanpa menyebutkan siapa mereka yang dimaksud.

Yang mengherankan lagi, kata pendaki itu, si nenek berbahasa Jawa kental, padahal mayoritas masyarakat di kaki gunung berbahasa Sunda. "Kami pun meninggalkan nenek itu sendirian," ujarnya.

Wanita Cantik Penghuni Gunung Salak Ajak Kencan Tim SAR Sukhoi

NarutoBux - Sejumlah pendaki dan tim SAR yang ikut dalam pencarian pesawat Sukhoi di Gunung Salak mempunyai pengalaman cerita magis. Mulai dari melanggar larangan memetik bunga hingga mimpi bersenggama dengan perempuan cantik.

Seorang yang tergabung dalam sebuah regu pada tim yang pertama kali diterjunkan ke Gunung Salak menceritakan pengalamannya saat berada pada ketinggian 1.700 kaki, pos terakhir tak jauh dari titik koordinat pesawat jatuh, Sabtu dini hari, 12 Mei. Ia dan sekitar sembilan anggota regu lainnya bermimpi aneh saat sedang tertidur.
"Kami mimpi basah secara bersamaan," kata dia. Anehnya, dia melanjutkan, mimpi seluruh anggota regu cukup identik. Awalnya mereka bermimpi disambut seorang wanita cantik pada sebuah rumah di puncak gunung tersebut. "Perempuan itu menyuguhi kami air minum," kata dia bercerita.

Tak lama berselang, mereka langsung diminta untuk istirahat. Tetapi di dalam rumah ternyata ada banyak perempuan yang tak kalah cantiknya dengan yang menyambutnya tadi. Setelah itu, para perempuan itu mencumbu mereka selayaknya suami istri.

Namun ia mengaku tak heran dengan peristiwa tersebut karena Gunung Salak terkenal dengan kisah magisnya. "Yah, kami memaklumi saja."

Cerita lain dari seorang pendaki yang pernah menjelajahi Gunung Salak. Kini ia bergabung dengan tim SAR sebagai sukarelawan pencari korban Sukhoi. Menjelang pendakian, ia banyak berkonsultasi dengan masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. "Banyak pantangannya," ujarnya.

Ia mengaku pernah menghiraukan pantangan penduduk untuk tidak mengambil bunga anggrek saat mendaki beberapa bulan lalu ke Gunung Salak. Maklum, kata dia, di sana banyak anggrek berbagai jenis yang cukup indah.

Tapi apa yang terjadi. Timnya tersesat saat ingin pulang. Sepanjang hari mereka hanya berputar di puncak Salak secara berulang sampai malam hari.

Anggrek itu pun di simpan di salah satu tempat, timnya kemudian salat Isya. Setelah salat timnya kembali melanjutkan perjalanan pulang. "Ternyata jalan pulang hanya ditutupi ranting padahal kami sudah beberapa kali lewat di depan ranting itu," ujarnya seraya menggeleng kepala.

Ia juga mengaku bertemu seorang nenek-nenek berusia sekitar 80 tahun di puncak gunung tersebut. Perempuan tua yang sudah bungkuk itu berjalan sendirian di sebuah padang dengan hanya memakai pakaian tipis.

"Kami tanya mau ke mana Nek, dia bilang hanya jalan-jalan," kata dia menirukan pernyataan nenek tersebut.

Saat ditanyai di mana tempat tinggalnya, wanita tua itu hanya menjawab, "Di sini Nak." Nenek itu menolak diantar ke kaki gunung. Pendaki ini melanjutkan, perempuan tua itu lalu bilang, "Saya senang di sini karena ramai bila malam, mereka sering kasih saya makan," tanpa menyebutkan siapa mereka yang dimaksud.

Yang mengherankan lagi, kata pendaki itu, si nenek berbahasa Jawa kental, padahal mayoritas masyarakat di kaki gunung berbahasa Sunda. "Kami pun meninggalkan nenek itu sendirian," ujarnya.

8 Keajaiban diatas meja operasi

Keajaiban bisa terjadi di mana saja, termasuk di atas meja operasi. Ingin tahu berbagai pengalaman para wanita yang nyawanya diselamatkan setelah menjalani berbagai operasi beresiko tinggi? Kita intip bersama yuk. Tak seorang pun ingin sakit, apalagi sampai berakhir di meja operasi. Jangankan operasi otak, jantung, atau wajah, operasi kecil macam bedah usus buntu saja sudah membuat sebagian dari kita gemetaran. Meski begitu, jika seseorang mengalami pilihan antara hidup dan mati, maka operasi merupakan jalan yang kemungkinan besar tak dapat dielakkan, seperti beberapa kasus berikut ini.



Gadis Haiti dengan tumor seberat 8 kg


Bagaimana rasanya bila wajah 'ditumpangi' oleh sebuah benjolan seberat 8 kg? Setidaknya hal inilah yang pernah dialami oleh Marlie Casseus. Hidup gadis ini normal-normal saja hingga usianya menginjak angka 14. Sejak diserang sebuah penyakit aneh, wajah gadis ini jadi susah dikenali dan parahnya, tampak sangat menyeramkan. Akibatnya bukan hanya rasa sakit secara fisik saja yang harus dideritanya, namun juga penderitaan batin karena penolakan lingkungan sekitar. Penyakit genetik yang tergolong langka ini membuat tulang penderitanya jadi bengkak dan melunak seperti jeli. Tak sampai di situ saja, tekanan tumor pada rongga mata juga telah menyebabkan kebutaan pada penglihatan Marlie.

Untungnya, sebuah organisasi sosial Haiti "Good Samaritan' terketuk hatinya untuk mengulurkan tangan. Setelah diboyong ke Amerika Serikat, dan bertemu dengan para dokter di Jackson Memorial Medical Center (Miami), Marlie memiliki kesempatan untuk sembuh. Melalui bantuan dana yang datang dari seluruh penjuru dunia, Marlie menjalani operasi selama 17 jam agar tumor di wajahnya bisa disingkirkan. Hasilnya? Tak ada lagi beban berat di wajah Marlie.


Bayi yang lahir 2 kali



Chad dan Keri McCartney benar-benar serius saat mengatakan puteri mereka lahir 2 kali. Bagaimana bisa? Saat itu usia kandungan Keri memasuki minggu ke-23. Keri dan keluarga kemudian memutuskan untuk mencari tahu jenis kelamin sang bayi. Hasil pemeriksaan tersebut membuat mereka shock, sebab dokter menemukan adanya tumor besar yang tumbuh dari tulang ekor sang janin.

Mau tak mau, calon bayi perempuan ini harus dioperasi. Kelahiran pertama bayi ini terjadi saat para ahli bedah mengambil janin mungil ini dari dalam rahim Keri untuk menyingkirkan tumor yang bisa membunuhnya, bahkan sebelum ia dilahirkan. Sepuluh minggu setelah operasi, Macie kecil lahir lagi dengan sehat dan siap menyambut dunia baru.


Gadis separuh otak

Jessie Hall masih menduduki bangku TK saat ia harus menjalani operasi pengangkatan sebagian otaknya. Jessie mulai mengalami serangan pertama dari penyakitnya saat ia sedang asyik makan sandwich di rumahnya di Texas. Serangan kedua terjadi saat ia sedang sekolah, seiring dengan itu serangan rasa sakit yang ada semakin meningkat. Setelah diperiksakan, barulah ketahuan bahwa Jessie menderita radang otak Ramussen, sejenis peradangan yang memakan bagian otak seseorang. Operasi Jessie dilakukan 2 tahun silam, tepatnya tanggal 11 Juni 2008, di Johns Hopkins Children's Center oleh ahli bedah ternama, Ben Carson,M.D. Kini gadis itu bisa menikmati kembali keceriaan lazimnya anak-anak kecil lainnya, meski dengan separuh bagian otak saja.


Gadis India bertangan 4, berkaki 4


Namanya Lakshmi, lahir dengan 4 tangan, 4 kaki, dan kelebihan beberapa organ dalam. Operasi pengangkatan kelebihan tangan dan kakinya berjalan sukses di India. Hanya butuh waktu 27 jam (meleset dari perkiraan semula yang diperkirakan 40 jam) untuk menjadikan penampilan fisik gadis 3 tahun ini sama normalnya seperti gadis lain. Para dokter mengatakan bahwa Lakshmi takkan mungkin bertahan hidup melewati masa remajanya jika dia tak segera menjalani operasi.[break]


Model remaja dengan 11 sambungan di punggungnya


Kecelakaan mobil yang menimpa Katrina Burgess (18) telah mengubah hidup dan juga tubuhnya. Dokter bahkan mengatakan bahwa kecil kemungkinan bagi gadis muda tersebut untuk bisa berjalan lagi, mengingat musibah tabrakan tersebut telah mematahkan leher dan punggungnya. Namun, setelah menjalani operasi dengan 11 sambungan logam pada area punggungnya, Katrina malah menandatangani kontrak kerja dengan sebuah agen model.

Katrina mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulangnya ke Weymoth, Dorset. Saat itu punggungnya terbanting keras, hingga menusuk kedua paru-parunya. Lehernya patah, demikian juga dengan tulang panggul, kaki kiri, dan beberapa tulang rusuknya. Untuk membenahi kerusakan parah dalam tubuhnya, para ahli bedah memasang batang logam sambungan yang diamankan dengan 4 jepit titanium, mulai dari pinggul hingga lutut kirinya, sehari setelah dia dibawa ke RS.

Operasi lain yang lebih berisiko datang saat mereka membedah punggungnya dan memasukkan 6 logam sambungan untuk menyangga tulang belakangnya. Seminggu kemudian, punggungnya kembali dibedah agar para dokter bisa memasang sekrup titanium untuk menopang lehernya yang patah. Hanya butuh sehari setelah operasi terakhirnya, dan Katrina bisa berjalan kembali. Ajaibnya lagi, 5 bulan setelah kecelakaan, remaja berpostur kurus tinggi ini dinyatakan sembuh total dan dia tidak lagi membutuhkan obat penghilang rasa sakit.

Gadis muda, 118 hari tanpa jantung


Apa jadinya bila tubuh seseorang tak diwarnai dengan indahnya irama degupan jantung? Kita semua tahu jawabnya, dia pasti meninggal dunia. Ajaibnya, hal ini tak terjadi pada D'Zhana Simmons, gadis 15 tahun yang senang saat dirinya memiliki kesempatan untuk menerima transplantasi jantung. Namun, kesenangan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat jantung barunya tak berfungsi dengan baik.

Para dokter pun dibuat bingung, jantung lama telah dibuang, jantung baru tak memenuhi syarat. Lalu, bagaimana gadis berkulit gelap ini bisa bertahan tanpa donor baru? Akhirnya mereka menggunakan pengganti jantung sementara, 2 pompa buatan untuk menjaga aliran darah tetap lancar. Baru 4 bulan kemudian, D'Zhana menerima donor jantung baru, dan ia pun bisa kembali hidup secara normal.


Si kembar yang bertahan hidup


Adalah pilihan berat bagi orang tua saat mereka harus memilih salah satu dari anaknya, dan 'membunuh' anaknya yang lain. Hal inilah yang pernah dihadapi oleh Shannon dan Mike Gimbel. Para dokter mengatakan bahwa mereka harus memilih salah satu dari janin kembar mereka, sebab jika tidak maka keduanya akan mati. Para dokter di Swedish Medical Center mendiagnosa si kembar Gimbel terkena sindrom TTTS (Twin-To-Twin Syndrome), kondisi di mana pembuluh darah keduanya menyatu. Sulit untuk memisahkan janin dengan kondisi demikian, namun jika mereka dibiarkan tetap hidup pun, kemungkinan besar mereka berdua takkan bertahan. Jadi, mereka disarankan untuk 'meniadakan' janin yang paling lemah.

Saat sedang bergumul, datanglah tawaran ajaib dari seorang Dr. Kent Heyborne. Bekerja sama dengan berbagai ahli bedah dari Utah, si kembar disarankan untuk dibedah dengan menggunakan laser. Shannon mengatakan dirinya masih ingat bagaimana dia menahan nafas saat suster menggunakan alat ultrasound untuk memeriksa detak jantung setelah pembedahan. Satu detakan ditemukan,....kemudian satu lagi. Hore, keduanya, Reese dan McKenna Gimbel berhasil bertahan hidup dan lahir di Swedia 2 bulan setelah itu.

Connie Culp dan wajah barunya


Jika banyak wanita melakukan bedah wajah karena terlihat ingin lebih mancung, cantik, dan sebagainya, namun tidak demikian dengan Connie. Wanita 47 tahun ini menjalani bedah plastik karena ia membutuhkan wajah baru, setelah wajah lamanya rusak karena ditembak oleh suaminya sendiri. Wajah baru Connie memang terlihat sedikit kaku, namun dengannya dia masih bisa bicara, tersenyum, dan merasakan nikmatnya rasa makanan yang disantap. Meski bicaranya agak susah dimengerti, namun keluarganya cukup terharu saat membandingkan kondisi wajah Connie sebelum dan sesudah pembedahan.

Connie ditembak oleh Thomas, suaminya, pada tahun 2004. Akibat perbuatannya tersebut, Thomas diganjar hukuman 7 tahun. Namun, sejak itu, kehidupan dan wajah Connie berubah drastis. Ia harus menjalani 30 operasi untuk mendapatkan kembali hidung, pipi, mata, dan mulutnya, sebab yang tersisa dari penembakan tersebut hanyalah kelopak mata bagian atas, dahi, bibir bawah, dan dagu. Hasilnya? Anda lihat sendiri.

8 Keajaiban diatas meja operasi

Keajaiban bisa terjadi di mana saja, termasuk di atas meja operasi. Ingin tahu berbagai pengalaman para wanita yang nyawanya diselamatkan setelah menjalani berbagai operasi beresiko tinggi? Kita intip bersama yuk. Tak seorang pun ingin sakit, apalagi sampai berakhir di meja operasi. Jangankan operasi otak, jantung, atau wajah, operasi kecil macam bedah usus buntu saja sudah membuat sebagian dari kita gemetaran. Meski begitu, jika seseorang mengalami pilihan antara hidup dan mati, maka operasi merupakan jalan yang kemungkinan besar tak dapat dielakkan, seperti beberapa kasus berikut ini.



Gadis Haiti dengan tumor seberat 8 kg


Bagaimana rasanya bila wajah 'ditumpangi' oleh sebuah benjolan seberat 8 kg? Setidaknya hal inilah yang pernah dialami oleh Marlie Casseus. Hidup gadis ini normal-normal saja hingga usianya menginjak angka 14. Sejak diserang sebuah penyakit aneh, wajah gadis ini jadi susah dikenali dan parahnya, tampak sangat menyeramkan. Akibatnya bukan hanya rasa sakit secara fisik saja yang harus dideritanya, namun juga penderitaan batin karena penolakan lingkungan sekitar. Penyakit genetik yang tergolong langka ini membuat tulang penderitanya jadi bengkak dan melunak seperti jeli. Tak sampai di situ saja, tekanan tumor pada rongga mata juga telah menyebabkan kebutaan pada penglihatan Marlie.

Untungnya, sebuah organisasi sosial Haiti "Good Samaritan' terketuk hatinya untuk mengulurkan tangan. Setelah diboyong ke Amerika Serikat, dan bertemu dengan para dokter di Jackson Memorial Medical Center (Miami), Marlie memiliki kesempatan untuk sembuh. Melalui bantuan dana yang datang dari seluruh penjuru dunia, Marlie menjalani operasi selama 17 jam agar tumor di wajahnya bisa disingkirkan. Hasilnya? Tak ada lagi beban berat di wajah Marlie.


Bayi yang lahir 2 kali



Chad dan Keri McCartney benar-benar serius saat mengatakan puteri mereka lahir 2 kali. Bagaimana bisa? Saat itu usia kandungan Keri memasuki minggu ke-23. Keri dan keluarga kemudian memutuskan untuk mencari tahu jenis kelamin sang bayi. Hasil pemeriksaan tersebut membuat mereka shock, sebab dokter menemukan adanya tumor besar yang tumbuh dari tulang ekor sang janin.

Mau tak mau, calon bayi perempuan ini harus dioperasi. Kelahiran pertama bayi ini terjadi saat para ahli bedah mengambil janin mungil ini dari dalam rahim Keri untuk menyingkirkan tumor yang bisa membunuhnya, bahkan sebelum ia dilahirkan. Sepuluh minggu setelah operasi, Macie kecil lahir lagi dengan sehat dan siap menyambut dunia baru.


Gadis separuh otak

Jessie Hall masih menduduki bangku TK saat ia harus menjalani operasi pengangkatan sebagian otaknya. Jessie mulai mengalami serangan pertama dari penyakitnya saat ia sedang asyik makan sandwich di rumahnya di Texas. Serangan kedua terjadi saat ia sedang sekolah, seiring dengan itu serangan rasa sakit yang ada semakin meningkat. Setelah diperiksakan, barulah ketahuan bahwa Jessie menderita radang otak Ramussen, sejenis peradangan yang memakan bagian otak seseorang. Operasi Jessie dilakukan 2 tahun silam, tepatnya tanggal 11 Juni 2008, di Johns Hopkins Children's Center oleh ahli bedah ternama, Ben Carson,M.D. Kini gadis itu bisa menikmati kembali keceriaan lazimnya anak-anak kecil lainnya, meski dengan separuh bagian otak saja.


Gadis India bertangan 4, berkaki 4


Namanya Lakshmi, lahir dengan 4 tangan, 4 kaki, dan kelebihan beberapa organ dalam. Operasi pengangkatan kelebihan tangan dan kakinya berjalan sukses di India. Hanya butuh waktu 27 jam (meleset dari perkiraan semula yang diperkirakan 40 jam) untuk menjadikan penampilan fisik gadis 3 tahun ini sama normalnya seperti gadis lain. Para dokter mengatakan bahwa Lakshmi takkan mungkin bertahan hidup melewati masa remajanya jika dia tak segera menjalani operasi.[break]


Model remaja dengan 11 sambungan di punggungnya


Kecelakaan mobil yang menimpa Katrina Burgess (18) telah mengubah hidup dan juga tubuhnya. Dokter bahkan mengatakan bahwa kecil kemungkinan bagi gadis muda tersebut untuk bisa berjalan lagi, mengingat musibah tabrakan tersebut telah mematahkan leher dan punggungnya. Namun, setelah menjalani operasi dengan 11 sambungan logam pada area punggungnya, Katrina malah menandatangani kontrak kerja dengan sebuah agen model.

Katrina mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulangnya ke Weymoth, Dorset. Saat itu punggungnya terbanting keras, hingga menusuk kedua paru-parunya. Lehernya patah, demikian juga dengan tulang panggul, kaki kiri, dan beberapa tulang rusuknya. Untuk membenahi kerusakan parah dalam tubuhnya, para ahli bedah memasang batang logam sambungan yang diamankan dengan 4 jepit titanium, mulai dari pinggul hingga lutut kirinya, sehari setelah dia dibawa ke RS.

Operasi lain yang lebih berisiko datang saat mereka membedah punggungnya dan memasukkan 6 logam sambungan untuk menyangga tulang belakangnya. Seminggu kemudian, punggungnya kembali dibedah agar para dokter bisa memasang sekrup titanium untuk menopang lehernya yang patah. Hanya butuh sehari setelah operasi terakhirnya, dan Katrina bisa berjalan kembali. Ajaibnya lagi, 5 bulan setelah kecelakaan, remaja berpostur kurus tinggi ini dinyatakan sembuh total dan dia tidak lagi membutuhkan obat penghilang rasa sakit.

Gadis muda, 118 hari tanpa jantung


Apa jadinya bila tubuh seseorang tak diwarnai dengan indahnya irama degupan jantung? Kita semua tahu jawabnya, dia pasti meninggal dunia. Ajaibnya, hal ini tak terjadi pada D'Zhana Simmons, gadis 15 tahun yang senang saat dirinya memiliki kesempatan untuk menerima transplantasi jantung. Namun, kesenangan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat jantung barunya tak berfungsi dengan baik.

Para dokter pun dibuat bingung, jantung lama telah dibuang, jantung baru tak memenuhi syarat. Lalu, bagaimana gadis berkulit gelap ini bisa bertahan tanpa donor baru? Akhirnya mereka menggunakan pengganti jantung sementara, 2 pompa buatan untuk menjaga aliran darah tetap lancar. Baru 4 bulan kemudian, D'Zhana menerima donor jantung baru, dan ia pun bisa kembali hidup secara normal.


Si kembar yang bertahan hidup


Adalah pilihan berat bagi orang tua saat mereka harus memilih salah satu dari anaknya, dan 'membunuh' anaknya yang lain. Hal inilah yang pernah dihadapi oleh Shannon dan Mike Gimbel. Para dokter mengatakan bahwa mereka harus memilih salah satu dari janin kembar mereka, sebab jika tidak maka keduanya akan mati. Para dokter di Swedish Medical Center mendiagnosa si kembar Gimbel terkena sindrom TTTS (Twin-To-Twin Syndrome), kondisi di mana pembuluh darah keduanya menyatu. Sulit untuk memisahkan janin dengan kondisi demikian, namun jika mereka dibiarkan tetap hidup pun, kemungkinan besar mereka berdua takkan bertahan. Jadi, mereka disarankan untuk 'meniadakan' janin yang paling lemah.

Saat sedang bergumul, datanglah tawaran ajaib dari seorang Dr. Kent Heyborne. Bekerja sama dengan berbagai ahli bedah dari Utah, si kembar disarankan untuk dibedah dengan menggunakan laser. Shannon mengatakan dirinya masih ingat bagaimana dia menahan nafas saat suster menggunakan alat ultrasound untuk memeriksa detak jantung setelah pembedahan. Satu detakan ditemukan,....kemudian satu lagi. Hore, keduanya, Reese dan McKenna Gimbel berhasil bertahan hidup dan lahir di Swedia 2 bulan setelah itu.

Connie Culp dan wajah barunya


Jika banyak wanita melakukan bedah wajah karena terlihat ingin lebih mancung, cantik, dan sebagainya, namun tidak demikian dengan Connie. Wanita 47 tahun ini menjalani bedah plastik karena ia membutuhkan wajah baru, setelah wajah lamanya rusak karena ditembak oleh suaminya sendiri. Wajah baru Connie memang terlihat sedikit kaku, namun dengannya dia masih bisa bicara, tersenyum, dan merasakan nikmatnya rasa makanan yang disantap. Meski bicaranya agak susah dimengerti, namun keluarganya cukup terharu saat membandingkan kondisi wajah Connie sebelum dan sesudah pembedahan.

Connie ditembak oleh Thomas, suaminya, pada tahun 2004. Akibat perbuatannya tersebut, Thomas diganjar hukuman 7 tahun. Namun, sejak itu, kehidupan dan wajah Connie berubah drastis. Ia harus menjalani 30 operasi untuk mendapatkan kembali hidung, pipi, mata, dan mulutnya, sebab yang tersisa dari penembakan tersebut hanyalah kelopak mata bagian atas, dahi, bibir bawah, dan dagu. Hasilnya? Anda lihat sendiri.

8 Keajaiban diatas meja operasi

Keajaiban bisa terjadi di mana saja, termasuk di atas meja operasi. Ingin tahu berbagai pengalaman para wanita yang nyawanya diselamatkan setelah menjalani berbagai operasi beresiko tinggi? Kita intip bersama yuk. Tak seorang pun ingin sakit, apalagi sampai berakhir di meja operasi. Jangankan operasi otak, jantung, atau wajah, operasi kecil macam bedah usus buntu saja sudah membuat sebagian dari kita gemetaran. Meski begitu, jika seseorang mengalami pilihan antara hidup dan mati, maka operasi merupakan jalan yang kemungkinan besar tak dapat dielakkan, seperti beberapa kasus berikut ini.



Gadis Haiti dengan tumor seberat 8 kg


Bagaimana rasanya bila wajah 'ditumpangi' oleh sebuah benjolan seberat 8 kg? Setidaknya hal inilah yang pernah dialami oleh Marlie Casseus. Hidup gadis ini normal-normal saja hingga usianya menginjak angka 14. Sejak diserang sebuah penyakit aneh, wajah gadis ini jadi susah dikenali dan parahnya, tampak sangat menyeramkan. Akibatnya bukan hanya rasa sakit secara fisik saja yang harus dideritanya, namun juga penderitaan batin karena penolakan lingkungan sekitar. Penyakit genetik yang tergolong langka ini membuat tulang penderitanya jadi bengkak dan melunak seperti jeli. Tak sampai di situ saja, tekanan tumor pada rongga mata juga telah menyebabkan kebutaan pada penglihatan Marlie.

Untungnya, sebuah organisasi sosial Haiti "Good Samaritan' terketuk hatinya untuk mengulurkan tangan. Setelah diboyong ke Amerika Serikat, dan bertemu dengan para dokter di Jackson Memorial Medical Center (Miami), Marlie memiliki kesempatan untuk sembuh. Melalui bantuan dana yang datang dari seluruh penjuru dunia, Marlie menjalani operasi selama 17 jam agar tumor di wajahnya bisa disingkirkan. Hasilnya? Tak ada lagi beban berat di wajah Marlie.


Bayi yang lahir 2 kali



Chad dan Keri McCartney benar-benar serius saat mengatakan puteri mereka lahir 2 kali. Bagaimana bisa? Saat itu usia kandungan Keri memasuki minggu ke-23. Keri dan keluarga kemudian memutuskan untuk mencari tahu jenis kelamin sang bayi. Hasil pemeriksaan tersebut membuat mereka shock, sebab dokter menemukan adanya tumor besar yang tumbuh dari tulang ekor sang janin.

Mau tak mau, calon bayi perempuan ini harus dioperasi. Kelahiran pertama bayi ini terjadi saat para ahli bedah mengambil janin mungil ini dari dalam rahim Keri untuk menyingkirkan tumor yang bisa membunuhnya, bahkan sebelum ia dilahirkan. Sepuluh minggu setelah operasi, Macie kecil lahir lagi dengan sehat dan siap menyambut dunia baru.


Gadis separuh otak

Jessie Hall masih menduduki bangku TK saat ia harus menjalani operasi pengangkatan sebagian otaknya. Jessie mulai mengalami serangan pertama dari penyakitnya saat ia sedang asyik makan sandwich di rumahnya di Texas. Serangan kedua terjadi saat ia sedang sekolah, seiring dengan itu serangan rasa sakit yang ada semakin meningkat. Setelah diperiksakan, barulah ketahuan bahwa Jessie menderita radang otak Ramussen, sejenis peradangan yang memakan bagian otak seseorang. Operasi Jessie dilakukan 2 tahun silam, tepatnya tanggal 11 Juni 2008, di Johns Hopkins Children's Center oleh ahli bedah ternama, Ben Carson,M.D. Kini gadis itu bisa menikmati kembali keceriaan lazimnya anak-anak kecil lainnya, meski dengan separuh bagian otak saja.


Gadis India bertangan 4, berkaki 4


Namanya Lakshmi, lahir dengan 4 tangan, 4 kaki, dan kelebihan beberapa organ dalam. Operasi pengangkatan kelebihan tangan dan kakinya berjalan sukses di India. Hanya butuh waktu 27 jam (meleset dari perkiraan semula yang diperkirakan 40 jam) untuk menjadikan penampilan fisik gadis 3 tahun ini sama normalnya seperti gadis lain. Para dokter mengatakan bahwa Lakshmi takkan mungkin bertahan hidup melewati masa remajanya jika dia tak segera menjalani operasi.[break]


Model remaja dengan 11 sambungan di punggungnya


Kecelakaan mobil yang menimpa Katrina Burgess (18) telah mengubah hidup dan juga tubuhnya. Dokter bahkan mengatakan bahwa kecil kemungkinan bagi gadis muda tersebut untuk bisa berjalan lagi, mengingat musibah tabrakan tersebut telah mematahkan leher dan punggungnya. Namun, setelah menjalani operasi dengan 11 sambungan logam pada area punggungnya, Katrina malah menandatangani kontrak kerja dengan sebuah agen model.

Katrina mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulangnya ke Weymoth, Dorset. Saat itu punggungnya terbanting keras, hingga menusuk kedua paru-parunya. Lehernya patah, demikian juga dengan tulang panggul, kaki kiri, dan beberapa tulang rusuknya. Untuk membenahi kerusakan parah dalam tubuhnya, para ahli bedah memasang batang logam sambungan yang diamankan dengan 4 jepit titanium, mulai dari pinggul hingga lutut kirinya, sehari setelah dia dibawa ke RS.

Operasi lain yang lebih berisiko datang saat mereka membedah punggungnya dan memasukkan 6 logam sambungan untuk menyangga tulang belakangnya. Seminggu kemudian, punggungnya kembali dibedah agar para dokter bisa memasang sekrup titanium untuk menopang lehernya yang patah. Hanya butuh sehari setelah operasi terakhirnya, dan Katrina bisa berjalan kembali. Ajaibnya lagi, 5 bulan setelah kecelakaan, remaja berpostur kurus tinggi ini dinyatakan sembuh total dan dia tidak lagi membutuhkan obat penghilang rasa sakit.

Gadis muda, 118 hari tanpa jantung


Apa jadinya bila tubuh seseorang tak diwarnai dengan indahnya irama degupan jantung? Kita semua tahu jawabnya, dia pasti meninggal dunia. Ajaibnya, hal ini tak terjadi pada D'Zhana Simmons, gadis 15 tahun yang senang saat dirinya memiliki kesempatan untuk menerima transplantasi jantung. Namun, kesenangan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat jantung barunya tak berfungsi dengan baik.

Para dokter pun dibuat bingung, jantung lama telah dibuang, jantung baru tak memenuhi syarat. Lalu, bagaimana gadis berkulit gelap ini bisa bertahan tanpa donor baru? Akhirnya mereka menggunakan pengganti jantung sementara, 2 pompa buatan untuk menjaga aliran darah tetap lancar. Baru 4 bulan kemudian, D'Zhana menerima donor jantung baru, dan ia pun bisa kembali hidup secara normal.


Si kembar yang bertahan hidup


Adalah pilihan berat bagi orang tua saat mereka harus memilih salah satu dari anaknya, dan 'membunuh' anaknya yang lain. Hal inilah yang pernah dihadapi oleh Shannon dan Mike Gimbel. Para dokter mengatakan bahwa mereka harus memilih salah satu dari janin kembar mereka, sebab jika tidak maka keduanya akan mati. Para dokter di Swedish Medical Center mendiagnosa si kembar Gimbel terkena sindrom TTTS (Twin-To-Twin Syndrome), kondisi di mana pembuluh darah keduanya menyatu. Sulit untuk memisahkan janin dengan kondisi demikian, namun jika mereka dibiarkan tetap hidup pun, kemungkinan besar mereka berdua takkan bertahan. Jadi, mereka disarankan untuk 'meniadakan' janin yang paling lemah.

Saat sedang bergumul, datanglah tawaran ajaib dari seorang Dr. Kent Heyborne. Bekerja sama dengan berbagai ahli bedah dari Utah, si kembar disarankan untuk dibedah dengan menggunakan laser. Shannon mengatakan dirinya masih ingat bagaimana dia menahan nafas saat suster menggunakan alat ultrasound untuk memeriksa detak jantung setelah pembedahan. Satu detakan ditemukan,....kemudian satu lagi. Hore, keduanya, Reese dan McKenna Gimbel berhasil bertahan hidup dan lahir di Swedia 2 bulan setelah itu.

Connie Culp dan wajah barunya


Jika banyak wanita melakukan bedah wajah karena terlihat ingin lebih mancung, cantik, dan sebagainya, namun tidak demikian dengan Connie. Wanita 47 tahun ini menjalani bedah plastik karena ia membutuhkan wajah baru, setelah wajah lamanya rusak karena ditembak oleh suaminya sendiri. Wajah baru Connie memang terlihat sedikit kaku, namun dengannya dia masih bisa bicara, tersenyum, dan merasakan nikmatnya rasa makanan yang disantap. Meski bicaranya agak susah dimengerti, namun keluarganya cukup terharu saat membandingkan kondisi wajah Connie sebelum dan sesudah pembedahan.

Connie ditembak oleh Thomas, suaminya, pada tahun 2004. Akibat perbuatannya tersebut, Thomas diganjar hukuman 7 tahun. Namun, sejak itu, kehidupan dan wajah Connie berubah drastis. Ia harus menjalani 30 operasi untuk mendapatkan kembali hidung, pipi, mata, dan mulutnya, sebab yang tersisa dari penembakan tersebut hanyalah kelopak mata bagian atas, dahi, bibir bawah, dan dagu. Hasilnya? Anda lihat sendiri.

8 Keajaiban diatas meja operasi

Keajaiban bisa terjadi di mana saja, termasuk di atas meja operasi. Ingin tahu berbagai pengalaman para wanita yang nyawanya diselamatkan setelah menjalani berbagai operasi beresiko tinggi? Kita intip bersama yuk. Tak seorang pun ingin sakit, apalagi sampai berakhir di meja operasi. Jangankan operasi otak, jantung, atau wajah, operasi kecil macam bedah usus buntu saja sudah membuat sebagian dari kita gemetaran. Meski begitu, jika seseorang mengalami pilihan antara hidup dan mati, maka operasi merupakan jalan yang kemungkinan besar tak dapat dielakkan, seperti beberapa kasus berikut ini.



Gadis Haiti dengan tumor seberat 8 kg


Bagaimana rasanya bila wajah 'ditumpangi' oleh sebuah benjolan seberat 8 kg? Setidaknya hal inilah yang pernah dialami oleh Marlie Casseus. Hidup gadis ini normal-normal saja hingga usianya menginjak angka 14. Sejak diserang sebuah penyakit aneh, wajah gadis ini jadi susah dikenali dan parahnya, tampak sangat menyeramkan. Akibatnya bukan hanya rasa sakit secara fisik saja yang harus dideritanya, namun juga penderitaan batin karena penolakan lingkungan sekitar. Penyakit genetik yang tergolong langka ini membuat tulang penderitanya jadi bengkak dan melunak seperti jeli. Tak sampai di situ saja, tekanan tumor pada rongga mata juga telah menyebabkan kebutaan pada penglihatan Marlie.

Untungnya, sebuah organisasi sosial Haiti "Good Samaritan' terketuk hatinya untuk mengulurkan tangan. Setelah diboyong ke Amerika Serikat, dan bertemu dengan para dokter di Jackson Memorial Medical Center (Miami), Marlie memiliki kesempatan untuk sembuh. Melalui bantuan dana yang datang dari seluruh penjuru dunia, Marlie menjalani operasi selama 17 jam agar tumor di wajahnya bisa disingkirkan. Hasilnya? Tak ada lagi beban berat di wajah Marlie.


Bayi yang lahir 2 kali



Chad dan Keri McCartney benar-benar serius saat mengatakan puteri mereka lahir 2 kali. Bagaimana bisa? Saat itu usia kandungan Keri memasuki minggu ke-23. Keri dan keluarga kemudian memutuskan untuk mencari tahu jenis kelamin sang bayi. Hasil pemeriksaan tersebut membuat mereka shock, sebab dokter menemukan adanya tumor besar yang tumbuh dari tulang ekor sang janin.

Mau tak mau, calon bayi perempuan ini harus dioperasi. Kelahiran pertama bayi ini terjadi saat para ahli bedah mengambil janin mungil ini dari dalam rahim Keri untuk menyingkirkan tumor yang bisa membunuhnya, bahkan sebelum ia dilahirkan. Sepuluh minggu setelah operasi, Macie kecil lahir lagi dengan sehat dan siap menyambut dunia baru.


Gadis separuh otak

Jessie Hall masih menduduki bangku TK saat ia harus menjalani operasi pengangkatan sebagian otaknya. Jessie mulai mengalami serangan pertama dari penyakitnya saat ia sedang asyik makan sandwich di rumahnya di Texas. Serangan kedua terjadi saat ia sedang sekolah, seiring dengan itu serangan rasa sakit yang ada semakin meningkat. Setelah diperiksakan, barulah ketahuan bahwa Jessie menderita radang otak Ramussen, sejenis peradangan yang memakan bagian otak seseorang. Operasi Jessie dilakukan 2 tahun silam, tepatnya tanggal 11 Juni 2008, di Johns Hopkins Children's Center oleh ahli bedah ternama, Ben Carson,M.D. Kini gadis itu bisa menikmati kembali keceriaan lazimnya anak-anak kecil lainnya, meski dengan separuh bagian otak saja.


Gadis India bertangan 4, berkaki 4


Namanya Lakshmi, lahir dengan 4 tangan, 4 kaki, dan kelebihan beberapa organ dalam. Operasi pengangkatan kelebihan tangan dan kakinya berjalan sukses di India. Hanya butuh waktu 27 jam (meleset dari perkiraan semula yang diperkirakan 40 jam) untuk menjadikan penampilan fisik gadis 3 tahun ini sama normalnya seperti gadis lain. Para dokter mengatakan bahwa Lakshmi takkan mungkin bertahan hidup melewati masa remajanya jika dia tak segera menjalani operasi.[break]


Model remaja dengan 11 sambungan di punggungnya


Kecelakaan mobil yang menimpa Katrina Burgess (18) telah mengubah hidup dan juga tubuhnya. Dokter bahkan mengatakan bahwa kecil kemungkinan bagi gadis muda tersebut untuk bisa berjalan lagi, mengingat musibah tabrakan tersebut telah mematahkan leher dan punggungnya. Namun, setelah menjalani operasi dengan 11 sambungan logam pada area punggungnya, Katrina malah menandatangani kontrak kerja dengan sebuah agen model.

Katrina mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulangnya ke Weymoth, Dorset. Saat itu punggungnya terbanting keras, hingga menusuk kedua paru-parunya. Lehernya patah, demikian juga dengan tulang panggul, kaki kiri, dan beberapa tulang rusuknya. Untuk membenahi kerusakan parah dalam tubuhnya, para ahli bedah memasang batang logam sambungan yang diamankan dengan 4 jepit titanium, mulai dari pinggul hingga lutut kirinya, sehari setelah dia dibawa ke RS.

Operasi lain yang lebih berisiko datang saat mereka membedah punggungnya dan memasukkan 6 logam sambungan untuk menyangga tulang belakangnya. Seminggu kemudian, punggungnya kembali dibedah agar para dokter bisa memasang sekrup titanium untuk menopang lehernya yang patah. Hanya butuh sehari setelah operasi terakhirnya, dan Katrina bisa berjalan kembali. Ajaibnya lagi, 5 bulan setelah kecelakaan, remaja berpostur kurus tinggi ini dinyatakan sembuh total dan dia tidak lagi membutuhkan obat penghilang rasa sakit.

Gadis muda, 118 hari tanpa jantung


Apa jadinya bila tubuh seseorang tak diwarnai dengan indahnya irama degupan jantung? Kita semua tahu jawabnya, dia pasti meninggal dunia. Ajaibnya, hal ini tak terjadi pada D'Zhana Simmons, gadis 15 tahun yang senang saat dirinya memiliki kesempatan untuk menerima transplantasi jantung. Namun, kesenangan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat jantung barunya tak berfungsi dengan baik.

Para dokter pun dibuat bingung, jantung lama telah dibuang, jantung baru tak memenuhi syarat. Lalu, bagaimana gadis berkulit gelap ini bisa bertahan tanpa donor baru? Akhirnya mereka menggunakan pengganti jantung sementara, 2 pompa buatan untuk menjaga aliran darah tetap lancar. Baru 4 bulan kemudian, D'Zhana menerima donor jantung baru, dan ia pun bisa kembali hidup secara normal.


Si kembar yang bertahan hidup


Adalah pilihan berat bagi orang tua saat mereka harus memilih salah satu dari anaknya, dan 'membunuh' anaknya yang lain. Hal inilah yang pernah dihadapi oleh Shannon dan Mike Gimbel. Para dokter mengatakan bahwa mereka harus memilih salah satu dari janin kembar mereka, sebab jika tidak maka keduanya akan mati. Para dokter di Swedish Medical Center mendiagnosa si kembar Gimbel terkena sindrom TTTS (Twin-To-Twin Syndrome), kondisi di mana pembuluh darah keduanya menyatu. Sulit untuk memisahkan janin dengan kondisi demikian, namun jika mereka dibiarkan tetap hidup pun, kemungkinan besar mereka berdua takkan bertahan. Jadi, mereka disarankan untuk 'meniadakan' janin yang paling lemah.

Saat sedang bergumul, datanglah tawaran ajaib dari seorang Dr. Kent Heyborne. Bekerja sama dengan berbagai ahli bedah dari Utah, si kembar disarankan untuk dibedah dengan menggunakan laser. Shannon mengatakan dirinya masih ingat bagaimana dia menahan nafas saat suster menggunakan alat ultrasound untuk memeriksa detak jantung setelah pembedahan. Satu detakan ditemukan,....kemudian satu lagi. Hore, keduanya, Reese dan McKenna Gimbel berhasil bertahan hidup dan lahir di Swedia 2 bulan setelah itu.

Connie Culp dan wajah barunya


Jika banyak wanita melakukan bedah wajah karena terlihat ingin lebih mancung, cantik, dan sebagainya, namun tidak demikian dengan Connie. Wanita 47 tahun ini menjalani bedah plastik karena ia membutuhkan wajah baru, setelah wajah lamanya rusak karena ditembak oleh suaminya sendiri. Wajah baru Connie memang terlihat sedikit kaku, namun dengannya dia masih bisa bicara, tersenyum, dan merasakan nikmatnya rasa makanan yang disantap. Meski bicaranya agak susah dimengerti, namun keluarganya cukup terharu saat membandingkan kondisi wajah Connie sebelum dan sesudah pembedahan.

Connie ditembak oleh Thomas, suaminya, pada tahun 2004. Akibat perbuatannya tersebut, Thomas diganjar hukuman 7 tahun. Namun, sejak itu, kehidupan dan wajah Connie berubah drastis. Ia harus menjalani 30 operasi untuk mendapatkan kembali hidung, pipi, mata, dan mulutnya, sebab yang tersisa dari penembakan tersebut hanyalah kelopak mata bagian atas, dahi, bibir bawah, dan dagu. Hasilnya? Anda lihat sendiri.

8 Keajaiban diatas meja operasi

Keajaiban bisa terjadi di mana saja, termasuk di atas meja operasi. Ingin tahu berbagai pengalaman para wanita yang nyawanya diselamatkan setelah menjalani berbagai operasi beresiko tinggi? Kita intip bersama yuk. Tak seorang pun ingin sakit, apalagi sampai berakhir di meja operasi. Jangankan operasi otak, jantung, atau wajah, operasi kecil macam bedah usus buntu saja sudah membuat sebagian dari kita gemetaran. Meski begitu, jika seseorang mengalami pilihan antara hidup dan mati, maka operasi merupakan jalan yang kemungkinan besar tak dapat dielakkan, seperti beberapa kasus berikut ini.



Gadis Haiti dengan tumor seberat 8 kg


Bagaimana rasanya bila wajah 'ditumpangi' oleh sebuah benjolan seberat 8 kg? Setidaknya hal inilah yang pernah dialami oleh Marlie Casseus. Hidup gadis ini normal-normal saja hingga usianya menginjak angka 14. Sejak diserang sebuah penyakit aneh, wajah gadis ini jadi susah dikenali dan parahnya, tampak sangat menyeramkan. Akibatnya bukan hanya rasa sakit secara fisik saja yang harus dideritanya, namun juga penderitaan batin karena penolakan lingkungan sekitar. Penyakit genetik yang tergolong langka ini membuat tulang penderitanya jadi bengkak dan melunak seperti jeli. Tak sampai di situ saja, tekanan tumor pada rongga mata juga telah menyebabkan kebutaan pada penglihatan Marlie.

Untungnya, sebuah organisasi sosial Haiti "Good Samaritan' terketuk hatinya untuk mengulurkan tangan. Setelah diboyong ke Amerika Serikat, dan bertemu dengan para dokter di Jackson Memorial Medical Center (Miami), Marlie memiliki kesempatan untuk sembuh. Melalui bantuan dana yang datang dari seluruh penjuru dunia, Marlie menjalani operasi selama 17 jam agar tumor di wajahnya bisa disingkirkan. Hasilnya? Tak ada lagi beban berat di wajah Marlie.


Bayi yang lahir 2 kali



Chad dan Keri McCartney benar-benar serius saat mengatakan puteri mereka lahir 2 kali. Bagaimana bisa? Saat itu usia kandungan Keri memasuki minggu ke-23. Keri dan keluarga kemudian memutuskan untuk mencari tahu jenis kelamin sang bayi. Hasil pemeriksaan tersebut membuat mereka shock, sebab dokter menemukan adanya tumor besar yang tumbuh dari tulang ekor sang janin.

Mau tak mau, calon bayi perempuan ini harus dioperasi. Kelahiran pertama bayi ini terjadi saat para ahli bedah mengambil janin mungil ini dari dalam rahim Keri untuk menyingkirkan tumor yang bisa membunuhnya, bahkan sebelum ia dilahirkan. Sepuluh minggu setelah operasi, Macie kecil lahir lagi dengan sehat dan siap menyambut dunia baru.


Gadis separuh otak

Jessie Hall masih menduduki bangku TK saat ia harus menjalani operasi pengangkatan sebagian otaknya. Jessie mulai mengalami serangan pertama dari penyakitnya saat ia sedang asyik makan sandwich di rumahnya di Texas. Serangan kedua terjadi saat ia sedang sekolah, seiring dengan itu serangan rasa sakit yang ada semakin meningkat. Setelah diperiksakan, barulah ketahuan bahwa Jessie menderita radang otak Ramussen, sejenis peradangan yang memakan bagian otak seseorang. Operasi Jessie dilakukan 2 tahun silam, tepatnya tanggal 11 Juni 2008, di Johns Hopkins Children's Center oleh ahli bedah ternama, Ben Carson,M.D. Kini gadis itu bisa menikmati kembali keceriaan lazimnya anak-anak kecil lainnya, meski dengan separuh bagian otak saja.


Gadis India bertangan 4, berkaki 4


Namanya Lakshmi, lahir dengan 4 tangan, 4 kaki, dan kelebihan beberapa organ dalam. Operasi pengangkatan kelebihan tangan dan kakinya berjalan sukses di India. Hanya butuh waktu 27 jam (meleset dari perkiraan semula yang diperkirakan 40 jam) untuk menjadikan penampilan fisik gadis 3 tahun ini sama normalnya seperti gadis lain. Para dokter mengatakan bahwa Lakshmi takkan mungkin bertahan hidup melewati masa remajanya jika dia tak segera menjalani operasi.[break]


Model remaja dengan 11 sambungan di punggungnya


Kecelakaan mobil yang menimpa Katrina Burgess (18) telah mengubah hidup dan juga tubuhnya. Dokter bahkan mengatakan bahwa kecil kemungkinan bagi gadis muda tersebut untuk bisa berjalan lagi, mengingat musibah tabrakan tersebut telah mematahkan leher dan punggungnya. Namun, setelah menjalani operasi dengan 11 sambungan logam pada area punggungnya, Katrina malah menandatangani kontrak kerja dengan sebuah agen model.

Katrina mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulangnya ke Weymoth, Dorset. Saat itu punggungnya terbanting keras, hingga menusuk kedua paru-parunya. Lehernya patah, demikian juga dengan tulang panggul, kaki kiri, dan beberapa tulang rusuknya. Untuk membenahi kerusakan parah dalam tubuhnya, para ahli bedah memasang batang logam sambungan yang diamankan dengan 4 jepit titanium, mulai dari pinggul hingga lutut kirinya, sehari setelah dia dibawa ke RS.

Operasi lain yang lebih berisiko datang saat mereka membedah punggungnya dan memasukkan 6 logam sambungan untuk menyangga tulang belakangnya. Seminggu kemudian, punggungnya kembali dibedah agar para dokter bisa memasang sekrup titanium untuk menopang lehernya yang patah. Hanya butuh sehari setelah operasi terakhirnya, dan Katrina bisa berjalan kembali. Ajaibnya lagi, 5 bulan setelah kecelakaan, remaja berpostur kurus tinggi ini dinyatakan sembuh total dan dia tidak lagi membutuhkan obat penghilang rasa sakit.

Gadis muda, 118 hari tanpa jantung


Apa jadinya bila tubuh seseorang tak diwarnai dengan indahnya irama degupan jantung? Kita semua tahu jawabnya, dia pasti meninggal dunia. Ajaibnya, hal ini tak terjadi pada D'Zhana Simmons, gadis 15 tahun yang senang saat dirinya memiliki kesempatan untuk menerima transplantasi jantung. Namun, kesenangan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat jantung barunya tak berfungsi dengan baik.

Para dokter pun dibuat bingung, jantung lama telah dibuang, jantung baru tak memenuhi syarat. Lalu, bagaimana gadis berkulit gelap ini bisa bertahan tanpa donor baru? Akhirnya mereka menggunakan pengganti jantung sementara, 2 pompa buatan untuk menjaga aliran darah tetap lancar. Baru 4 bulan kemudian, D'Zhana menerima donor jantung baru, dan ia pun bisa kembali hidup secara normal.


Si kembar yang bertahan hidup


Adalah pilihan berat bagi orang tua saat mereka harus memilih salah satu dari anaknya, dan 'membunuh' anaknya yang lain. Hal inilah yang pernah dihadapi oleh Shannon dan Mike Gimbel. Para dokter mengatakan bahwa mereka harus memilih salah satu dari janin kembar mereka, sebab jika tidak maka keduanya akan mati. Para dokter di Swedish Medical Center mendiagnosa si kembar Gimbel terkena sindrom TTTS (Twin-To-Twin Syndrome), kondisi di mana pembuluh darah keduanya menyatu. Sulit untuk memisahkan janin dengan kondisi demikian, namun jika mereka dibiarkan tetap hidup pun, kemungkinan besar mereka berdua takkan bertahan. Jadi, mereka disarankan untuk 'meniadakan' janin yang paling lemah.

Saat sedang bergumul, datanglah tawaran ajaib dari seorang Dr. Kent Heyborne. Bekerja sama dengan berbagai ahli bedah dari Utah, si kembar disarankan untuk dibedah dengan menggunakan laser. Shannon mengatakan dirinya masih ingat bagaimana dia menahan nafas saat suster menggunakan alat ultrasound untuk memeriksa detak jantung setelah pembedahan. Satu detakan ditemukan,....kemudian satu lagi. Hore, keduanya, Reese dan McKenna Gimbel berhasil bertahan hidup dan lahir di Swedia 2 bulan setelah itu.

Connie Culp dan wajah barunya


Jika banyak wanita melakukan bedah wajah karena terlihat ingin lebih mancung, cantik, dan sebagainya, namun tidak demikian dengan Connie. Wanita 47 tahun ini menjalani bedah plastik karena ia membutuhkan wajah baru, setelah wajah lamanya rusak karena ditembak oleh suaminya sendiri. Wajah baru Connie memang terlihat sedikit kaku, namun dengannya dia masih bisa bicara, tersenyum, dan merasakan nikmatnya rasa makanan yang disantap. Meski bicaranya agak susah dimengerti, namun keluarganya cukup terharu saat membandingkan kondisi wajah Connie sebelum dan sesudah pembedahan.

Connie ditembak oleh Thomas, suaminya, pada tahun 2004. Akibat perbuatannya tersebut, Thomas diganjar hukuman 7 tahun. Namun, sejak itu, kehidupan dan wajah Connie berubah drastis. Ia harus menjalani 30 operasi untuk mendapatkan kembali hidung, pipi, mata, dan mulutnya, sebab yang tersisa dari penembakan tersebut hanyalah kelopak mata bagian atas, dahi, bibir bawah, dan dagu. Hasilnya? Anda lihat sendiri.

”Papa, kembalikan tangan Ita…..“


Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman dan pengajaran……Sebagai ibu kita patut juga menghalangi perbuatan suami memukul. Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dgn cara memukul bukanlah cara terbaik, mungkin sudah sampai waktunya untuk badan2 kebajikan educate org Malaysia untuk praktekkan konsep ‘time out” jika anak2 buat salah.
Begini kisah nyatanya:
Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.
Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena ada perayaan Thaipusam sehingga jalanan macet. Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.
Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!” katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya.
Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si bapak cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.
Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka2nya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita demam…
” jawap pembantunya ringkas.”Kasih minum panadol ,” jawab si ibu.
Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lg pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.
“Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.
“Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor.
Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.
Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang suntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran2 melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.
“Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.” katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.
“Ita juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.
“Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil.. Ita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi,” katanya berulang-ulang.
Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.
 
 
Jangan lupa Like &  

”Papa, kembalikan tangan Ita…..“


Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman dan pengajaran……Sebagai ibu kita patut juga menghalangi perbuatan suami memukul. Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dgn cara memukul bukanlah cara terbaik, mungkin sudah sampai waktunya untuk badan2 kebajikan educate org Malaysia untuk praktekkan konsep ‘time out” jika anak2 buat salah.
Begini kisah nyatanya:
Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.
Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena ada perayaan Thaipusam sehingga jalanan macet. Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.
Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!” katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya.
Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si bapak cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.
Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka2nya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita demam…
” jawap pembantunya ringkas.”Kasih minum panadol ,” jawab si ibu.
Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lg pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.
“Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.
“Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor.
Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.
Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang suntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran2 melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.
“Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.” katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.
“Ita juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.
“Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil.. Ita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi,” katanya berulang-ulang.
Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.
 
 
Jangan lupa Like &